Anak Muda Bogor Hadiri Kajian Healing with Quran: Saat Malam Minggu Menjadi Ruang Mendekat kepada Allah

Eldri Kurniawan
25 Jul 2026
77 views
No image available
Bogor (Kalamtv.id) — Suasana berbeda tampak di Rumah Makan Sarimaya, Jalan Merdeka No. 150, Kota Bogor, Sabtu (25/7/2026) malam. Ketika sebagian anak muda menghabiskan malam Minggu di pusat perbelanjaan atau tempat hiburan, puluhan generasi muda justru memilih menghadiri kajian Healing with Quran (HwQ) yang memasuki penyelenggaraan ke-25.

Mengusung tema "Sudahkah Allah Mencintai Kita?", kajian tersebut menghadirkan dai muda Ustaz Ismail Shodiq yang mengajak jamaah merenungkan makna ujian hidup, kekecewaan, hingga pertolongan Allah.

Dalam tausiyahnya, Ismail mengawali dengan mengingatkan besarnya keutamaan menghadiri majelis ilmu. Menurutnya, setiap orang yang hadir di majelis ilmu akan memperoleh ampunan dari Allah. Bahkan, orang-orang yang berada di sekitar majelis, selama mereka mendengarkan dan tidak mengganggu jalannya kajian, juga mendapatkan keberkahan.

Ia kemudian mengajak jamaah memandang kekecewaan sebagai bagian dari proses mendekatkan diri kepada Allah. Menurutnya, setiap manusia pasti akan menghadapi dinamika kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

"Ketika kita kecewa kepada manusia, sesungguhnya itu adalah langkah awal untuk semakin dekat kepada Allah," ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan agar seorang Muslim tidak menggantungkan harapan kepada manusia. Bersandar dan berharap hanya kepada Allah, katanya, merupakan jalan agar hati tidak terus-menerus dikuasai rasa kecewa.

Ismail menjelaskan, selama seseorang bertakwa kepada Allah, bersabar menghadapi ujian, dan tetap berada di jalan yang diridhai-Nya, maka setiap kekecewaan akan berbuah kebaikan yang lebih besar, bahkan sering kali datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

"Kalau hari ini kita sedang kecewa, bisa jadi itu tanda Allah sedang mempersiapkan cinta-Nya kepada kita, selama kita hanya berharap kepada-Nya," tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa pertolongan Allah kerap hadir ketika manusia merasa seluruh jalan telah tertutup. Namun, syaratnya adalah tetap mengikuti petunjuk Allah dan tidak kehilangan keyakinan kepada-Nya.

Sebagai ilustrasi, ia mengangkat kisah Nabi Musa AS bersama Bani Israil ketika berada di tepi Laut Merah. Di hadapan mereka terbentang lautan, sementara di belakang pasukan Fir'aun terus mengejar. Dalam kondisi yang tampak tanpa jalan keluar itulah, pertolongan Allah datang dengan membelah lautan.

"Kalau kita sedang mengalami kebuntuan hidup, justru itu bisa menjadi momen datangnya pertolongan Allah, selama kita tetap mengingat Allah," pesannya.

Kajian berlangsung hangat dan interaktif. Acara dipandu duet MC Laode dan Ali yang menghadirkan suasana segar melalui berbagai selingan yang menghibur. Di sela-sela acara, keduanya juga menyampaikan sejumlah informasi mengenai isu-isu sosial yang menjadi perhatian masyarakat.

Salah satu isu yang disampaikan adalah fenomena perilaku LGBT di Kota Bogor. Mengutip data Dinas Kesehatan Kota Bogor, disebutkan terdapat 5.389 laki-laki homoseksual yang mengikuti tes HIV, dengan 177 orang di antaranya dinyatakan positif HIV. Pihaknya mengajak masyarakat untuk mengingatkan para pelaku agar bertobat sekaligus mendorong upaya pencegahan dengan aturan tegas agar perilaku tersebut tidak semakin meluas.

Selain itu, disampaikan pula bahwa saat ini tengah berlangsung Kongres Umat Islam yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang antara lain merekomendasikan pembentukan ketentuan pidana terkait perilaku LGBT. Disebutkan pula adanya Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang dalam penyampaian acara disebut memuat ketentuan mengenai budaya LGBT sebagai ancaman nonmiliter bagi negara.

Rangkaian kegiatan juga diisi oleh Ustaz Alvin Lee. Mantan juri Hafiz Indonesia tersebut mengajak jamaah belajar membaca Al-Qur'an dengan berbagai irama, sehingga peserta tidak hanya memperoleh penguatan ruhani melalui kajian, tetapi juga meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an.

Pada kesempatan itu, Ustaz Alvin juga menjadi imam salat berjamaah. Dengan suara lantunan Al-Qur'an yang indah, menambah kekhusuan shalat para jamaah.

Usai tausiyah, jamaah diajak bermuhasabah yang dipimpin oleh Arya Adhie Utama selaku Ketua Komunitas Healing with Quran. Dengan bermuhasabah diharapkan para peserta kajian lebih mendekat kepada Allah dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sesuai ajaran Islam.

Healing with Quran menunjukkan bahwa dakwah dapat dikemas dengan suasana yang dekat dengan generasi muda. Di tengah hiruk-pikuk malam akhir pekan, majelis ilmu menjadi ruang bagi anak-anak muda Bogor untuk menenangkan hati, memperkuat hubungan dengan Al-Qur'an, serta meneguhkan keyakinan bahwa di balik setiap ujian selalu ada pertolongan Allah bagi hamba yang tetap bertakwa dan berserah diri kepada-Nya. []

43 hari yang lalu

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial

Konten Terkait