Kajian
Pelajaran dari Kisah Nabi Ayub dan Nabi Yunus: Titik Balik Keselamatan Hanya pada Allah
Pengujian100
03 Mei 2026
4 views
No image available
Bogor (Kalamtv.id) β Masjid Alumni IPB menjadi saksi bisu untaian hikmah dalam kajian yang disampaikan oleh Ustaz Hisyam Mukhlas Arruyani pada Jumat (1/5/2026). Dalam tausiyahnya, Ustaz Hisyam membedah perjalanan hidup dua nabi besar, Nabi Ayub a.s. dan Nabi Yunus a.s., sebagai kompas bagi umat manusia dalam menghadapi ujian kehidupan.
Ustaz Hisyam menjelaskan bahwa Nabi Ayub a.s. merupakan simbol kesabaran yang tidak memiliki batas. nya diuji dengan kehilangan total yang mencakup aspek ekonomi, keluarga, hingga kesehatan.
Harta yang melimpah habis tak bersisa, putra-putri nya wafat, dan nya menderita penyakit kulit parah selama bertahun-tahun.
"Nabi Ayub tidak hanya kehilangan fisik, tetapi juga kedudukan sosial karena dijauhi masyarakat.
Namun, intisarinya adalah ia tidak pernah mengeluh kepada manusia dan tetap berprasangka baik kepada Allah," ujar Ustaz Hisyam. Buah dari kesabaran tersebut adalah dikembalikannya seluruh nikmat berkali-kali lipat oleh Allah SWT.
Bergeser pada kisah Nabi Yunus a.s., kajian ini menekankan pada kekuatan pengakuan dosa (tobat) saat berada di titik terendah. Ustaz Hisyam mengisahkan bagaimana Nabi Yunus terjebak dalam Zulmat atau tiga kegelapan: kegelapan malam, kegelapan dasar laut, dan kegelapan perut ikan.
Di tengah situasi yang secara logika mustahil untuk selamat, Nabi Yunus melangitkan doa: βLa ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadzolimin.β
"Allah menyelamatkan Nabi Yunus bukan karena kerasnya suara, melainkan karena ketulusan pengakuan dosa di hadapan-Nya," tambahnya.
Sebagai penutup, Ustaz Hisyam Mukhlas Arruyani menekankan bahwa kedua kisah ini memiliki satu pesan utama: titik balik keselamatan seorang hamba dimulai ketika ia berhenti bersandar pada makhluk dan sepenuhnya menyandarkan harapan kepada Sang Pencipta.
Jika Nabi Ayub mengajarkan keteguhan menghadapi cobaan fisik dan sosial, maka Nabi Yunus memberikan pelajaran tentang cara menghadapi kesempitan batin dan situasi yang menghimpit.
Rep : Nur Nawang wulan
8 hari yang lalu
Bagikan artikel ini
Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial