Kajian
Kajian Parenting Nabawiyyah, Ustaz Fauzil Adhim Tekankan Pentingnya Mendidik Anak Jadi Mukmin yang Kuat
KalamTV Admin
27 Apr 2026
39 views
No image available
Bogor (Kalamtv.id) - Pakar Parenting Ustaz Fauzil Adhim hadir dalam kajian bertema “Siapkan Anak Menjadi Mukmin yang Kuat” yang digelar oleh Kuttab Raudhah Nabawiyyah (KRN) di Gedung Kebon Jati, Bumi Indraprasta, Bogor, Senin (27/4/2026). Acara tersebut berlangsung khidmat dengan suasana sejuk dan asri, dikelilingi pepohonan yang menambah kenyamanan para peserta.
Dalam pemaparannya, Ustaz Fauzil Adhim yang merupakan lulusan Psikologi dari Universitas Gadjah Mada, penulis, sekaligus aktivis pengasuhan, menekankan pentingnya membentuk pribadi mukmin yang kuat sejak dini. Ia mengutip hadis yang menyebutkan bahwa setiap mukmin berada dalam kebaikan, namun mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT dibandingkan mukmin yang lemah.
Ia menjelaskan beberapa langkah untuk membentuk karakter mukmin yang kuat, di antaranya dengan bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan, memiliki kemauan yang kuat, menghindari keyakinan terhadap hal-hal yang dianggap membawa kesialan, serta bertawakal kepada Allah dengan menyerahkan segala urusan kepada-Nya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan kisah tentang seseorang yang gemar bersedekah dalam jumlah besar. Ketika divonis memiliki waktu hidup terbatas, orang tersebut memilih untuk menyedekahkan seluruh hartanya. Dari kisah ini, ia menekankan pentingnya berprasangka baik kepada Allah, karena pikiran negatif dapat menghalangi seseorang dari memperoleh pahala.
Lebih lanjut, Ustaz Fauzil Adhim menegaskan bahwa pemberian terbaik orang tua kepada anak bukanlah materi, melainkan iman yang kuat. Ia mencontohkan metode Nabi Muhammad dalam menanamkan keimanan, yakni melalui komunikasi lisan yang aktif dan hati yang bersih.
Adapun beberapa poin penting dalam mendidik anak agar menjadi mukmin yang kuat antara lain menjadikan agama sebagai fondasi utama, membiasakan ibadah sejak usia dini—terutama mulai usia tujuh tahun—serta memperkuat iman melalui pembiasaan dan keteladanan orang tua.
Ia juga menyoroti pentingnya memahami perbedaan antara minat dan bakat anak, di mana minat perlu dibentuk dan diarahkan.
“Orang tua dan guru harus aktif menyampaikan nilai-nilai keimanan. Jika lalai, anak berpotensi kehilangan atau melemah imannya,” ujarnya.
Ustaz Fauzil Adhim menambahkan bahwa anak cenderung meneladani sosok yang memiliki inisiatif. Oleh karena itu, orang tua diharapkan menjadi contoh dalam kebaikan, seperti mengajak anak menghadiri kajian atau kegiatan ibadah lainnya.
Dalam penyampaiannya, ia turut mengkritisi pelabelan generasi seperti generasi Z atau milenial yang dianggap sulit menerima nasihat. Menurutnya, persoalan tersebut bukan terletak pada generasi, melainkan pada kekuatan iman.
Di akhir kajian, ia menekankan bahwa peran ayah sangat besar dalam membentuk karakter dan keimanan anak. Meskipun ibu juga memiliki peran penting, ayah dinilai memiliki tanggung jawab utama dalam mengarahkan dan membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman kuat.
Kajian ini diharapkan menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih serius dalam mendidik anak, khususnya dalam membangun keimanan, sehingga lahir generasi yang kuat secara spiritual dan siap menghadapi tantangan kehidupan.
rep: wafa
14 hari yang lalu
Bagikan artikel ini
Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial