Kajian
Di Tengah Kecemasan Hidup, Abah Muhajir Ajak Umat Tawakal kepada Allah
Syaiful Falah
29 Apr 2026
7 views
No image available
Bogor (Kalamtv.id) — Kajian bertema “Sagalana Teu Langkung Allah” yang berarti “segala sesuatu tidak ada yang melebihi kekuasaan Allah” disampaikan oleh Ustaz Muhajir Affandi pada Selasa (21/4/2026) di Masjid Besar Siti Rukoyah, Pasir Kuda, Kota Bogor. Kegiatan yang digelar oleh Majelis Taklim Zikralilmukminat ini diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan yang ingin memperdalam pemahaman tentang keimanan dan ketenangan hati dalam menghadapi kehidupan.
Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Abah Muhajir itu menjelaskan bahwa segala peristiwa yang terjadi di dunia, baik yang menyenangkan maupun yang menyulitkan, berada sepenuhnya dalam kendali Allah. Ia menyoroti kecenderungan manusia yang mudah merasa cemas terhadap urusan seperti rezeki, jodoh, dan masa depan. Padahal, semua itu telah diatur oleh Allah dengan penuh hikmah, sehingga seorang muslim seharusnya memiliki keyakinan kuat untuk bertawakal terhadap ketetapan-Nya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari ujian. Kesulitan yang dialami bukan berarti Allah tidak sayang, dan kelapangan yang dirasakan juga bukan jaminan bahwa seseorang berada dalam kebaikan. Keduanya merupakan bentuk ujian yang bertujuan untuk mengukur keimanan seseorang. Oleh karena itu, sikap yang harus ditanamkan adalah sabar ketika menghadapi kesulitan dan bersyukur saat mendapatkan nikmat.
Dalam kajian tersebut juga ditekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablumminallah). Abah Muhajir menyampaikan bahwa ketenangan hati tidak ditentukan oleh banyaknya harta atau keberhasilan duniawi, melainkan oleh kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Ketika hubungan dengan Allah terjaga melalui ibadah, zikir, dan ketaatan, maka Allah akan memberikan ketenangan serta memudahkan urusan kehidupan.
Selain itu, ia mengingatkan agar manusia tidak hanya bergantung pada usaha semata. Ikhtiar tetap wajib dilakukan secara maksimal, namun tidak boleh melupakan peran Allah dalam menentukan hasil akhir. Menurutnya, keseimbangan antara usaha dan tawakal merupakan ciri orang beriman yang memahami hakikat kehidupan. Terlalu bergantung pada usaha dapat menimbulkan kesombongan, sedangkan meninggalkan usaha bukanlah ajaran Islam.
Kajian ini juga menyoroti pentingnya memperbanyak zikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan sebagai cara untuk menjaga hati tetap tenang. Di tengah berbagai tekanan hidup dan tantangan zaman, zikir menjadi penguat spiritual yang mampu menenangkan jiwa serta menguatkan keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam pengaturan Allah.
Melalui kajian ini, jamaah diajak untuk tidak berlebihan dalam mencemaskan hal-hal duniawi serta lebih fokus dalam memperbaiki keimanan. Dengan memperkuat tawakal, menjaga ibadah, serta membiasakan sikap sabar dan syukur, seorang muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang, lapang, dan penuh kepercayaan kepada Allah.
Reporter: Faza Pradissa G
12 hari yang lalu
Bagikan artikel ini
Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial