Umum

Jejak Panjang, Langkah Tenang: Kiprah Aisyiyah Bogor dalam Dakwah Perempuan

KalamTV Admin
13 Apr 2026
22 views
No image available
Bogor (Kalamtv.id) – Tidak semua kekuatan lahir dari sesuatu yang baru. Sebagian justru tumbuh dari perjalanan panjang yang dijalani dengan konsistensi. Hal itulah yang tergambar dari kiprah Aisyiyah, organisasi perempuan otonom dari Muhammadiyah yang telah berdiri lebih dari satu abad.

Gambaran tersebut mengemuka dalam Podcast Profile bertajuk "Mengenal Lebih Dekat Komunitas Aisyiyah Bogor" yang disampaikan oleh Pimpinan Aisyiyah Kota Bogor Bunda Mariatul Kibtiah di Kantor KalamTV, Kota Bogor pada 30 Desember 2025 lalu.

Dalam pemaparannya, Mariatul menjelaskan bahwa kekuatan Aisyiyah tidak semata terletak pada program besar, tetapi pada konsistensi gerakan yang berkelanjutan. Dengan jaringan yang luas dari pusat di Yogyakarta hingga ke berbagai daerah, termasuk Bogor, Aisyiyah terus menjalankan peran dakwah dan pemberdayaan perempuan.

Di tingkat daerah, program-program yang dijalankan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setempat. Menurutnya, tidak semua wilayah dapat langsung menghadirkan fasilitas besar seperti rumah sakit. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghambat gerakan.

“Yang sederhana tapi rutin justru menjadi kekuatan,” ujarnya.

Salah satu contoh nyata adalah kegiatan kajian keislaman yang dilaksanakan secara berkala. Melalui majelis seperti Majelis Tabligh, pengajian rutin digelar bahkan setiap pekan dan terbuka untuk masyarakat luas. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang hidup, sekaligus mempererat hubungan sosial antaranggota.

Momentum khusus seperti bulan Ramadan juga dimanfaatkan untuk memperkuat spiritualitas. Kajian sahur menjadi salah satu agenda yang tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga membangun kebersamaan yang hangat di antara para peserta.

Lebih jauh, Aisyiyah memandang dakwah dalam arti yang luas. Dakwah tidak hanya terbatas pada ceramah di atas mimbar, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mengajar, mendidik, dan memberi manfaat itu juga dakwah,” jelas Mariyatul.

Pendekatan ini membuka ruang bagi setiap perempuan untuk berkontribusi sesuai kapasitasnya. Tidak semua harus tampil di depan, namun dapat berperan melalui aktivitas sehari-hari yang berdampak nyata.

Dalam praktiknya, Aisyiyah juga menekankan pentingnya pendekatan yang bijak dalam berdakwah. Pesan disampaikan dengan cara yang lembut dan mengajak, bukan menghakimi. Sebab, tujuan utama dakwah adalah menyadarkan, bukan menyalahkan.

Meski berbagai tantangan tetap dihadapi, baik dalam pelaksanaan program maupun partisipasi anggota, Aisyiyah dinilai mampu bertahan dan terus berkembang. Hal ini tidak lepas dari sistem organisasi yang kuat serta nilai-nilai yang telah mengakar.

Banyak anggotanya tumbuh dari lingkungan Muhammadiyah, sehingga semangat dakwah telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan terus diwariskan lintas generasi.

Pada akhirnya, Aisyiyah bukan sekadar organisasi perempuan. Ia menjadi ruang belajar, ruang bertumbuh, sekaligus ruang bergerak bersama. Tempat di mana perempuan tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

"Karena sejatinya, dakwah yang paling kuat bukan hanya yang didengar, tetapi yang dirasakan manfaatnya," tandas Mariyatul.

rep: helma
28 hari yang lalu

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial

Konten Terkait