Kajian Subuh Al Muttaqin: Membaca Al-Qur'an Lebih Utama dari Tasbih dan Tahlil
intern KalamTV
20 Jun 2026
14 views
No image available
BOGOR (kalamtv.id) — Kajian Subuh di Masjid Raya Al Muttaqin, Jalan Achmad Adnawijaya 112, Tegal Gundil, Bogor Utara, digelar Jumat (19/6/2026) pukul 05.00–06.00 WIB. Kajian pekan ketiga ini membahas kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an karya Imam An-Nawawi, disampaikan oleh Ustaz Samsam Nurhidayat, membahas bab keutamaan qari' (pembaca Al-Qur'an) dan kemuliaan Ahlul Qur'an.
Mengutip hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshari Al-Badri, Ustaz Samsam menyampaikan bahwa yang paling berhak jadi imam suatu kaum adalah aqrauhum likitabillah, yakni yang paling pandai membaca Al-Qur'an. Ia mencontohkan kisah Usamah bin Zaid yang ditunjuk Nabi ï·º memimpin pasukan ke Tabuk dalam usia 18 tahun, hanya bermodal hafalan Surah Al-Baqarah. "Apa modalnya? Modalnya adalah Al-Qur'an," ujarnya.
Ia juga menyebut tradisi para sahabat dahulu yang menghafal Al-Qur'an per 10 ayat, dan tidak melanjutkan ke ayat berikutnya sebelum benar-benar mengamalkannya. "Bukan hanya sekadar hafal berupa bacaan atau suara, tapi hafal benar-benar menghujam di dalam hati," katanya.
Mengutip pendapat mu'tamad mazhab Syafi'i yang ditulis Imam An-Nawawi, Ustaz Samsam menegaskan bahwa membaca Al-Qur'an lebih utama dibanding tasbih, tahlil, dan takbir, karena ketiganya sudah tercakup di dalam Al-Qur'an. Namun ia mengingatkan, ada zikir dan doa maksur—yang riwayatnya dari Nabi ﷺ untuk waktu dan tempat tertentu— yang justru lebih utama dibaca saat itu, seperti doa bangun tidur, masuk dan keluar kamar mandi, hingga doa menuju masjid, sebagaimana ditulis Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.
Masuk ke bab kemuliaan Ahlul Qur'an, Ustaz Samsam mengangkat kisah 70 sahabat penghafal Al-Qur'an yang dibantai saat diutus berdakwah, hingga membuat Nabi ï·º melakukan qunut selama satu bulan mendoakan keburukan bagi para pembantai tersebut. Ia juga menyampaikan hadis riwayat Abu Daud tentang tiga golongan yang wajib dimuliakan: orang tua yang sudah beruban, penghafal Al-Qur'an, dan pemimpin yang adil.
Di bagian akhir, Ustaz Samsam mengingatkan jamaah, meski tak mampu menghafal 30 juz, minimal harus punya keinginan untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur'an. Ia juga mendorong jamaah yang berkecukupan untuk memberi beasiswa kepada penghafal Al-Qur'an, yang pahalanya disebut setara dengan membantu orang berjihad.
19 hari yang lalu
Bagikan artikel ini
Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial