Umum

Bedah Buku "Muslimah Preneur", Alisa Khadijah Tampil di Bogor ICMI Islamic Festival 2026

KalamTV Admin
21 Feb 2026
27 views
No image available
Bogor (KalamTV) - Aliansi Pengusaha Muslimah "Alisa Khadijah" hadir di Bogor ICMI Islamic Festival (BIIFEST) 2026 sebagai penigisi acara talkshow bedah buku "Muslimah Preneur" yang di hadiri oleh sejumlah tokoh, rektor kampus se-Bogor Raya dan masyarakat umum pada Jumat (20/2/2026) di Mall Botani Square, Kota Bogor. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Umum ICMI atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria.

Talkshow Alisa Khadijah yang diwakili oleh Dewi Anggraini, MS.i., Ph.D dan Dr. Drh. Dwi Jayanti Gunandini, M. Si dan di moderatori oleh Mira Nur Gandaniati, SE (Owner Hody) membedah buku 'Muslimah Preneur' agar Muslimah di Kota Bogor dapat memiliki wawasan yang luas terhadap peluang usaha yang dimiliki. Terdapat banyak pengusaha Muslimah yang sudah masuk dan tertulis kedalam buku 'Muslimah Preneur' dan tersebar di berbagai daerah di Kota Bogor.

"Kota Bogor itu kan enam kecamatan, kita harus adil memilih perwakilan-perwakilan daerah dari berbagai kategori, ada fashion, pendidikan, dan kuliner" ungkap Dewi Anggraini dalam Talkshownya.

Menurutnya, di setiap kategori dalam buku 'Muslimah Preneur' banyak mengisahkan perjalanan Muslimah yang berjuang dalam mengembangkan usahanya, tentu dengan landasan syariat Islam. Tak hanya memiliki usaha, tapi mereka yang tertulis di dalam buku tersebut juga aktif dalam kegiatan sosial.

"Aktivitas mereka di masyarakat itu ada untuk peduli dengan sekitar, kita intai dan intip-intip dulu, kuliner siapa ya? Bu Rina Risollaku misalnya, semua kegiatan bisnisnya gak murni bisnis tapi dia juga ada kegiatan sosial," lanjut Dewi.

Adapun di kategori lainnya sepeti pendidikan dan fashion ada Hody tas branded dan Yayasan Yatim Center Al Ruhama yang membantu anak yatim dan dhuafa untuk terus belajar dan berkarya mejadi salah satu manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. "Bahwa Muslimah Preneur itu orang yang peduli dengan masyarakat di sekitarnya, jadi dia membangun usaha itu tidak untuk bisnis atau memperkaya diri sendiri tetapi ada manfaat untuk masyarakat sekitarnya," ujar Dwi Jayanti Gunandini.

Di akhir acara ditutup oleh pertanyaan dari mahasiswa Nurul Fikri yang sangat antusias dengan buku "Muslimah Preneur". "Bagaimana membangun personal branding namun tetap mencerminkan identitas sebagai Muslimah?" tanya mahasiswa Nurul Fikri.

Dwi Jayanti selaku owner Warung Taman dan Salon Muslimah merespon pertanyaan dari mahasiswa tersebut. "Dan saya yakin kalau kita usaha dengan niat sesuai syariat dan kita berdoa kepada Allah, rejeki ada aja kok". jawab Dwi.

Di akhir sesi Dewi Anggraini pun merespon pertanyaan mahasiswa Nurul Fikri, "Orang yang kuliah itu pada dasarnya tujuannya bukan untuk pekerja, tapi harus jadi pengusaha apalagi orang Islam, Muslim itu harus kaya kalau kita gak kaya kita habis," jawabnya pada sesi terkahir.

Dikarenakan durasi yang singkat membuat obrolan menarik terasa cepat, penonton pun antusias terlihat dari banyaknya berbagai pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber dan moderator. []

20 hari yang lalu

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial

Konten Terkait