10 Tahun KalamTV, Ulama Dukung Media Dakwah Tumbuh Profesional dan Berkelas
Syaiful Falah
06 Jun 2026
122 views
No image available
Bogor (Kalamtv.id) – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Kantor KalamTV di Jalan Merdeka No. 150, Kota Bogor, Sabtu (6/6/2026). Sejumlah tokoh, pimpinan ormas Islam, ketua DKM masjid, serta pimpinan majelis taklim se-Kota Bogor berkumpul dalam silaturahim di momen 10 tahun KalamTV, sebuah momentum refleksi sekaligus penguatan visi bagi media dakwah yang telah mengudara selama satu dekade.
Di hadapan para tamu undangan, Pimpinan KalamTV Otto Ahmad Gozali mengenang masa-masa awal perjuangan media yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, KalamTV saat ini sudah mencapai usia 10 tahun. Awalnya kami melakukan liputan hanya menggunakan handphone di Masjid Alumni IPB, kemudian meliput kajian KH Didin Hafidhuddin di Masjid Al Hijri Air Mancur Bogor,” ujarnya.
Dari kajian-kajian itulah, hubungan antara KalamTV dengan ulama semakin erat. Sosok Kiai Didin kemudian menjadi pembina KalamTV ketika media tersebut memperoleh legalitas dalam bentuk yayasan.
Otto mengatakan, sejak memulai aktivitas liputan pada tahun 2016, jumlah majelis ilmu yang didokumentasikan terus bertambah. Seiring dengan itu, jumlah kru yang terlibat dalam pelayanan dakwah KalamTV juga terus berkembang.
“Dimulai dari liputan tahun 2016 itulah, majelis yang diliput semakin bertambah dan kru-nya juga alhamdulillah semakin bertambah,” katanya.

Gambar.
Saat ini, KalamTV telah melakukan lebih dari 200 liputan kajian setiap bulan. Bahkan, pada tahun 2026 ini, mereka memasang target yang lebih besar dengan menyiarkan 300 kajian setiap bulan.
Di tengah perkembangan teknologi, KalamTV juga terus berinovasi. Salah satu program unggulannya adalah sistem otomatisasi siaran langsung yang memungkinkan kegiatan kajian dapat disiarkan dari jarak jauh.
Hingga saat ini, kamera otomatis telah dipasang di tujuh masjid di Kota Bogor. “Dengan dipasangnya kamera tersebut, kajian yang dilaksanakan di tujuh masjid bisa diliput tanpa harus mengirim reporter ke lokasi. Semua bisa diremote dari kantor. Bahkan khutbah Jumat pun bisa diliput dengan petugasnya akhwat,” jelas Otto.
Menurutnya, memasuki usia satu dekade, KalamTV berharap kerja sama dakwah dengan berbagai elemen umat dapat semakin kuat sehingga media tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Harapan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi, yang hadir memberikan tausiyah dalam acara tersebut.
Dengan gaya penyampaian yang lugas namun inspiratif, ia mengajak seluruh insan KalamTV untuk berani memiliki cita-cita besar dalam membangun media Islam yang profesional dan berpengaruh.
“Mudah-mudahan KalamTV suatu saat bisa menjadi media besar seperti CNN. Kita harus memiliki cita-cita yang tinggi. Kalau ingin maju, jangan takut bermimpi besar,” ujarnya disambut antusias hadirin.
Menurut Kiai Muhyiddin, perjalanan panjang sebuah lembaga tidak bisa dilepaskan dari perencanaan yang matang. Ia mengajak para pengelola KalamTV untuk belajar dari perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS yang dinilainya sebagai salah satu teladan kepemimpinan paling sukses dalam sejarah umat manusia.
“Nabi Ibrahim lahir di Irak, kemudian berpindah ke berbagai wilayah karena dakwahnya. Namun beliau memiliki visi dan rencana yang jelas. Karena itulah beliau berhasil menjadi pemimpin umat yang pengaruhnya sangat besar hingga hari ini,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak pernah lahir dari langkah yang berjalan tanpa arah. Dalam konteks KalamTV, yang kini telah memasuki usia 10 tahun dan memiliki jaringan dakwah di puluhan masjid, perencanaan yang kuat menjadi kebutuhan mendasar agar organisasi tidak kehilangan orientasi.
“Tanpa niat dan rencana yang matang, sebuah lembaga bisa mengalami disorientasi. Karena itu kritik yang membangun harus diterima sebagai bagian dari proses perbaikan,” ujarnya.
Selain perencanaan, Kiai Muhyiddin menekankan pentingnya membangun kesatuan dan kerja sama. Menurutnya, dakwah di era modern menuntut profesionalisme yang tinggi agar mampu bersaing dengan berbagai arus informasi yang berkembang begitu cepat.

Gambar.
Ia mengutip sebuah nasihat yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa program yang baik dapat dikalahkan oleh program yang buruk jika dijalankan secara lebih profesional.
“Karena itu profesionalisme harus terus ditingkatkan. Dakwah tidak cukup hanya baik, tetapi juga harus dikelola dengan baik,” tegasnya.
Kunci keberhasilan berikutnya yang disampaikan Kiai Muhyiddin adalah doa. Ia menjelaskan bahwa perjalanan Nabi Ibrahim sarat dengan ujian dan tantangan, namun selalu diiringi dengan kedekatan kepada Allah SWT melalui doa.
“Nabi Ibrahim terusir dari negerinya, berpindah dari Irak ke Palestina dan wilayah lainnya. Ujian beliau sangat berat. Tetapi beliau adalah nabi yang paling banyak berdoa,” tuturnya.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak seharusnya mengeluhkan persoalannya kepada masyarakat. Sebaliknya, seorang pemimpin harus membawa segala kegelisahan dan harapannya hanya kepada Allah SWT.
“Seorang pemimpin tidak boleh mengeluh kepada rakyatnya. Nabi Ibrahim mengadukan semuanya kepada Allah, terutama pada sepertiga malam,” katanya.
Ia mencontohkan bagaimana doa-doa Nabi Ibrahim kemudian melahirkan keberkahan yang luar biasa, termasuk bagi wilayah Arab yang saat ini berkembang menjadi kawasan dengan pengaruh ekonomi yang besar di dunia.
Dalam kesempatan itu, Kiai Muhyiddin juga memberikan semangat kepada pengelola KalamTV agar tidak gentar menghadapi berbagai tantangan dalam perjuangan dakwah digital.
“KalamTV jangan takut ditakedown. Setiap perjuangan pasti ada risikonya. Yang penting terus berada di jalan yang benar dan memperjuangkan kebaikan,” ujarnya.
Pada bagian akhir tausiyahnya, ia menegaskan bahwa ketaatan kepada hukum Allah merupakan fondasi utama bagi kemajuan umat. Menurutnya, berbagai potensi besar yang dimiliki umat Islam hanya akan menghasilkan kemajuan apabila diiringi dengan kepatuhan terhadap perintah-perintah Allah SWT.
“Kalau sudah ada perintah Allah, maka harus segera dilaksanakan dan diamalkan. Jika masyarakat taat kepada Allah, insya Allah akan menjadi masyarakat terdepan,” katanya.
Ia menilai umat Islam memiliki sumber daya dan potensi yang sangat besar untuk menjadi kekuatan utama dalam berbagai bidang. Namun potensi tersebut sering kali belum berkembang optimal karena kurangnya kesungguhan dan komitmen dalam menjalankan nilai-nilai Islam secara menyeluruh.
Sepuluh tahun perjalanan dakwah media telah dilalui. Dengan bekal pengalaman, jaringan dakwah yang terus berkembang, serta dukungan para ulama, KalamTV kini menatap dekade berikutnya dengan harapan yang lebih besar: menjadi media dakwah yang semakin kuat, profesional, dan mampu memberi manfaat yang lebih luas bagi umat. []
33 hari yang lalu
Bagikan artikel ini
Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial